Thursday, February 14, 2008

Sutiyoso: Infrastruktur Transportasi Pangkal Penataan Kota Dunia

http://www.tribun-timur.com/view.php?id=63944&jenis=Makassar

Kamis, 14-02-2008 | 11:55:51
Sutiyoso: Infrastruktur Transportasi Pangkal Penataan Kota Dunia
Laporan: Furqon Majid. furqon_majid@yahoo.com
Makassar, Tribun - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, mengatakan, pangkal dari penataan sebuah kota dunia adalah infrastruktur dan jaringan transportasi. Tanpa penataan ini, Makassar bakal menjadi kota yang ruwet 17 tahun mendatang.
"Saya ingatkan, Makassar jangan bangga dengan petepete. Itu bukan jaringan transportasi karena tidak integrated. Kota dengan transportasi yang kacau akan menjadi high cost city," kata Sutiyoso dalam seminar Makassar 2025 Kembali ke Kota Dunia di Hotel Clarion.

Sutiyoso bercerita, saat ini penduduk Jakarta sebanyak sembilan juta saat malam. Tapi saat siang membengkak menjadi 12 juta orang. Kepadatan rata-rata 14 ribu per kilometer persegi. Di kawasan kota lama seperti Pasar Senen, Kota, dan Kemayoran, kepadatan mencapai 22 ribu orang per kilometer persegi.

Kendaraan bermotor menjadi masalah utama di Jakarta. Tahun 2006, kendaraan bertambah tidak terkendali. Satu hari mobil bertambah 269 unit. Sedangkan motor bertambah 1023 unit dalam sehari. Mobil yang masuk dari daerah sekitarnya 650 unit sehari. Kendaraan tumbuh 11 persen per tahun, tapi jalan hanya tumbuh satu persen per tahun.

"Bayangkan betapa ruwetnya Jakarta. Saya tanya kepada ahli transportasi saya, apa yang terjadi pada tahun 2014? Lalu lintas akan stagnan. Artinya, begitu keluar garasi mobil akan langsung terjebak kemacetan. Saya terbelalak. Maka saya bilang, kita harus tata transportasi mulai sekarang," kata Sutiyoso.

Maka dirancanglah konsep transportasi massal Jakarta. Wilayah selatan-utara (dari kota menuju arah Bogor) akan dihubungkan dengan subway (kereta bawah tanah), wilayah barat-timur (dari arah Tangerak dan Bekasi) akan dihubungkan monorail. Sedangkan di dalam kota digunakan busway dicampur dengan transportasi air.

"Makassar harus mulai memikirkan penataan transportasi yang integrated. Jika tidak, ekonomi akan lamban tumbuh karena Makassar akan menjadi kota dengan biaya hidup yang mahal," saran Sutiyoso. (*)

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan Tribun
Timur edisi cetak: 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555)

No comments: