| TRIBUN TIMUR MAKASSAR RSS |
http://www.tribun-timur.com/view.php?id=64098
Jumat, 15-02-2008 | | Era Monorail dan Gedung Tinggi | Makassar 2025 | SEPERTI apa wajah Makassar di tahun 2025? Sampai saat ini belum ada yang bisa mejawabnya. Tetapi hanya ada dua kemungkinan. Makassar menjadi kota yang acak-acakan dan tidak enak dihuni atau menjadi kota yang rapi dan indah serta nyaman menjadi hunian warga. Dua kemungkinan inilah yang membayang-bayangi seluruh warga Makassar. Bayangan buruknya kota yang luasnya hanya 175 kilometer persegi ini, 17 tahun mendatang akan memiliki penduduk hingga 4,9 juta jiwa. Masalah sosial bertumpuk-tumpuk, cuaca yang panas, dan macet total di semua ruas jalan. | Bayangan baiknya, laju pertumbuhan penduduk tetap tinggi tetapi sebagian besar tinggal dalam hunian-strata tittle (bangunan vertikal) yang tertata rapi, sejuk karena cukup tersedia ruang terbuka hijau, dan moda transportasi massal dengan busway dan monorail. Jalan-jalan bebas macet. Semua warga pasti tidak akan memilih bayangan yang pertama. Karena itu pula Pemerintah Kota Makassar berinisiatif menggelar seminar sehari bertema Makassar 2025: Kembali ke Kota Dunia. Makassar dicita-citakan bukan hanya kota yang nyaman dihuni melainkan juga menjadi kota dunia. Seminar ini digelar di Hotel Clarion, Makassar, Kamis (14/2). Dua orang keynote speaker berbicara untuk mengubah Makassar menjadi kota dunia yang nyaman dihuni. Mereka adalah mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso dan Chief Executive Officer (CEO) Para Goup, Chairul Tandjung. Seminar ini juga melibatkan banyak ahli, yaitu ekonom Universitas Hasanuddin (Unhas) Marzuki DEA, Direktur Eksekutif Walhi Erna Witoelar yang diwakili konsultan tata ruang Danny Pomanto, pakar transportasi Unhas Prof Yamin Jinca, serta pelaku bisnis Halim Kalla dan Wayah S Wiroto. Tumbuh Cepat Chairul Tanjung memprediksi, pada tahun 2025 pertumbuhan ekonomi Makassar terjadi secara cepat. Income penduduk per kapita per tahun akan mencapai sebesar 3.000 dolar As atau Rp 28,5 juta per tahun. Konsumsi yang tinggi mendorong tumbuhnya mal dan tempat wisata. "Bicara Makassar, terlebih dahulu kita bicara Indonesia. Pada tahun 2025, Indonesia bakal menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi nomor tujuh terbesar di dunia mengikuti tren pertumbuhan ekonomi Asia. Makassar akan mengambil berkah dari pertumbuhan itu," katanya. Sedangkan Halim mengatakan, sebagai kota besar Makassar juga bakal mengalami keterbatasan lahan. Bayangkan, pada 2025 kepadatan penduduk adalah 28 ribu jiwa per meter per segi. Peningkatan income dalam kota yang padat juga akan mendorong laju pembangunan strata tittle. "Mau tidak mau kita akan menghadapi masalah kekurangan lahan. Pertumbuhan bangunan horizontal yang pesat akan segera menjadi hunian yang kumuh. Parahnya lagi, ruang terbuka hijau tidak punya tempat. Maka, konsep bangunan vertikal harus mulai dipikirkan sejak sekarang," katanya. Sementara Sutiyoso lebih banyak memperingatkan kendala pembangunan kota metropolitan, yaitu resistensi masyarakat yang menolak diajak berubah. Ia menyarankan, Pemerintah Kota Makassar tetap menjalankan rencana penataan meski bisa memancing reaksi masyarakat. Namun ia meminta Pemerintah Kota Makassar mendahulukan penataan jaringan transportasi. "Saya ingatkan, Makassar jangan bangga dengan petepete. Itu bukan jaringan transportasi karena tidak integrated. Kota dengan transportasi yang kacau akan menjadi high cost city," kata Sutiyoso Maka sejak saat ini Makassar harus merancang konsep transportasi massal dengan simpul-simpul yang bisa menghubungkan wilayah utara-selatan dan barat-timur. Seperti Jakarta, ia menyarankan busway karena lebih murah. Jika mungkin melibatkan swasta, ia juga menyarankan pembangunan monorail. Kota Dunia Hasil dari seminar sehari tersebut rencananya akan dijadkan sebagai bahan masukan bagi rencana revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2006 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah 2006-2015. Revisi perda tata ruang dilatarbelakangi oleh disahkannya Undang-Undang (UU) Nomor 26 Tahun 2007 tentang Tata Ruang Nasional. Seluruh perda tata ruang diharuskan mengacu pada UU tersebut. Jangka waktu berlaku rencana tata ruang diperpanjang dari 2015 menjadi 2025. "Kita punya waktu 17 tahun untuk bekerja keras menuju kota internasional. Sebagai langkah awal, kami menjaring gagasan dari beberapa praktisi dan pakar dalam seminar Menuju Makassar 2025," ujar Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin. Revisi meliputi beberapa aspek tata ruang meliputi antara lain pembagian kawasan, penataan lingkungan, dan penataan transportasi. Kawasan dibagi menjadi kawasan strategis dan kawasan terpadu. Revisi perda akan memuat paradigma pembangunan kota internasional. Konsultan Tata Ruang Kota Makassar, Danny Pomanto, mengatakan, Makassar sebagai kota dunia memiliki akar historis. Pada abad ke-16 Makassar adalah kota bandar terpenting di Asia. Makassar juga pernah menjadi kota ilmu pengetahuan dengan kekayaan literaturnya. Ada peristiwa menarik? SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233 email: tribuntimurcom@yahoo.com Hotline SMS untuk berlangganan Tribun Timur edisi cetak: 081.625.2266. Telepon: 0411 (8115555) (furqon majid) | | |
Makassar, Sulsel
www.tribun-timur.com
Looking for last minute shopping deals?
Find them fast with Yahoo! Search.
No comments:
Post a Comment